Kamis, Maret 14, 2019

✓ Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Patin Untuk Pemula

Jalurpandai - Budidaya ternak ikan patin untuk pemula. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sering di konsumsi oleh masyarakat, jenis ikan yang paling sering dikonsumsi seperti, ikan lele, ikan mas, ikan gurame, ataupun ikan patin. Ikan patin kaya akan gizi seperti protein, asam lemak dan vitamin baik lainnya.

Panduan Cara Ternak Ikan Patin

Ikan patin masuk kedalam keluarga catfish, atau satu jenis dengan ikan lele, maka tak heran kita bisa menemui ukuran ikan patin yang besar. Namun dari segi usaha, walaupun memiliki kesamaan, namun dari nilai jual sangat jauh berbeda.

Ikan lele dan ikan patin memiliki nilai jual yang lebih tinggi ketimbang lele, karena peluang inilah banyak orang membundidayakan ikan patin untuk dijual.

Budidaya ikan patin banyak dipilih orang karena bisa dibudidayakan untuk semua jenis kolam, selain itu teknik dan pemeliharaan dari ikan patin juga tidak terlalu sulit, karena hampir sama dengan budidaya ikan lele.

Usaha budidaya ikan patin ini sangat menjanjikan, karena selain harganya yang lumayan, permintaan pasar akan ikan ini juga terbilang tinggi. Karena rasa daging yang lembut dan gurih membuat ikan patin banyak dicari.

Nah, melihat peluang ini tentu akan membuat kita tertarik untuk membudidayakan ikan patin, memelihara atau membudidaya ikan patin bisa menggunakan dua jenis kolam, yaitu kolam terpal plastik, atau bisa juga menggunakan kolam beton.

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Patin Untuk Pemula

Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa untuk memulai budidaya ikan patin ini bisa dilakukan dengan dua metode kolam, yaitu menggunakan kolam terpal dan kolam beton, dan berikut saya berikan panduan lengkap cara budidaya ikan patin menggunakan kedua metode tersebut.

Cara Budidaya Ikan Patin Menggunakan Kolam Terpal

Budidaya ikan menggunakan kolam terpal sudah sering digunakan oleh banyak peternak, metode ini sering juga digunakan untuk menghemat biaya, selain itu pada prakteknya juga sangat praktis.
Panduan Cara Ternak Ikan Patin

Setidaknya ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum melakukan budidaya menggunakan metode kolam terpal.

1. Air

Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah kondisi air dari kolam, kamu harus bisa menjaga kondisi air agar tetap bersih dan tidak ada lumpur, walaupun ikan lele bisa hidup dalam kondisi air berlumpur, namun berbeda dengan ikan patin.

Pada budidaya ikan patin, kondisi air harus bersih dan terhindar dari lumpur, agar ikan menjadi lebih sehat, selain itu rutinlah mengganti air kolam agar kondisi air tetap terjaga.

2. Kadar pH Air

Selanjutnya hal yang harus diperhatikan agar kualitas ikan tetap terjaga adalah dengan memperhatikan kadar pH air.

Panduannya adalah, silahkan isi kolam dengan air, namun jangan lansung memasukkan bibit ikan kedalam kolam, tunggu dulu hingga 1-2 minggu, apa tujuannya? Hal ini bertujuan agar kadar dari air tidak asam.

Selain itu tidak disarankan menggunakan air sumur, karena memiliki tingkat keasaman yang tinggi, selain itu, dengan menggunakan air sumur, bisa terindikasi adanya racun yang menempel pada terpal.

Tips untuk mengisi air adalah. lakukan pengisian air secara bertahap, mulai isi kira-kira 20 cm, hal ini juga bertujuan untuk mengecek apakah terpal bocor atau tidak.

3. Kondisi Terpal Harus Baik

Karena kita menggunakan terpal sebagai alas untuk kolam, maka kamu harus mengecek kondisi dari terpal tersebut, terus awasi kondisi terpal, karena ketika hujan, terpal rentan akan kerusakan, selain itu jika menggunakan terpal, potensi air menjadi membludak juga semakin besar, sehingga bisa menyebabkan terpal bocor dan rusak.

4. Pakan

Dan tips yang terakhir adalah sudah tentu pakan, untuk pakannya sendiri berikan secukupnya saja, karena jika memberi pakan secara berlebihan, bisa membuat air dari kolam menjadi cepat kotor dan keruh.

Cara Budidaya Ikan Patin Menggunakan Kolam Beton

Salah satu metode yang sering dipakai adalah menggunakan kolam beton, berbeda dengan metode menggunakan kolam terpal, pada kolam beton kita harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi, walaupun begitu uang yang dikeluarkan juga akan berbanding lurus, karena kolam akan menjadi lebih awet.
Panduan Cara Ternak Ikan Patin

Setidaknya kolam beton memiliki dua tipe, yaitu.
  • Kolam beton galian.
  • Kolam beton tipe permukaan.
Masing-masing dari kolam tersebut memiliki kelebihan tersendiri, yaitu.

Kelebihan Kolam Beton Galian : Kolam beton galian biasanya menggunakan sumber air dari sungai, sehingga membuat kolam menjadi lebih rendah dari permukaan tanah, selain itu disarankan untuk membuat kolam dalam kondisi kemarau, agar bisa mengukur batas minimal air.

Kelebihan Kolam Beton Tipe Permukaan : Kolam tipe permukaan biasanya menggunakan lahan yang berbatu, biasanya kolam beton tipe permukaan bisa lebih hemat biaya, karena sumber air yang dipakai merupakan sumber air sumur.

Selain itu, seperti yang sudah saya singgung diatas, tidak disarankan menggunakan air PAM untuk daerah perkotaan, karena air tersebut mengandung bahan kimia yang lumayan tinggi, kalaupun ingin menggunakan air PAM, maka kamu harus menetralisirnya.

Salah satu kelebihan ternak menggunakan kolam beton adalah minim nya kerusakan, jadi potensi gagal panen karena kerusakan kolam akan sangat kecil.

Namun, berbeda dengan kolam terpal, pada kolam beton kamu harus menghitung serta mempertimbangkan modal yang akan dikeluarkan, hal ini bertujuan agar bisa menyesuaikan antara hasil dengan modal.

Tips Membangun Kolam Ikan Beton Yang Bagus

Nah untuk membangun kolam beton untuk ikan, setidaknya ada beberapa aspek yang harus kamu perhatikan, hal ini bertujuan agar hasilnya nanti tidak mengecewakan.

1. Kedalaman dari Kolam

Tiap jenis ikan memiliki kedalaman kolam yang berbeda-beda, nah untuk ikan patin ini, idealnya tinggi kolam harus diatas 1 meter, bisa antara 1.2 - 1.5 meter.

Mengapa harus begitu? Karena jika kondisi kolam tingginya kurang dari 1 meter, maka akan membuat ikan menjadi stress, jika sudah seperti ini kualitas dari ikan akan menurun, selain itu kondisi kolam yang pendek juga beresiko, karena hewan pemangsa seperti kucing akan mudah untuk mengambil ikan dari kolam.

Ikan patin merupakan salah satu ikan yang sangat aktif, nah untuk mengatasi ikan yang melompat-lompat, maka coba untuk pasang jaring.

2. Luas dari Kolam

Tinggi kolam sudah diukur? Maka langkah selanjutnya adalah memperhatikan luas dari kolam, untuk membuat luas kolam yang ideal, maka kita harus menganalisa ukuran dari ikan patin.

Biasanya ikan akan hidup dan bukurannya bisa sampai 1 meter kubik dengan jumlah 25 ekor, jadi misal untuk kolam yang berukuran 10 x 10x1 atau 100m3, kamu bisa memasukkan 25 x 100 atau bisa dibilang 2.500 bibit ikan patin.

3. Pengaturan Saluran Air

Karena habitat utama dari ikan merupakan Air, maka kita harus memperhatikan saluran air yang akan mengalir kekolam, seperti yang sudah saya singgung diatas, ikan patin berbeda cara hidupnya dengan lele, jadi ikan ini tidak suka dengan air yang keruh.

Maka dari itu, disarankan kamu menggunakan saluran pembuangan atau drainase, bisa dengan membuat konstruksi kolam center drain, dimana kamu bisa membuat lubang pada bagian tengahnya.

Disarankan untuk menggali sedikti bagian tengah kolam, baik itu untuk kolam beton maupun kolam terpal, hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam pembuangan kolam, nah jika kamu menggunakan terpal, maka buatkan lubang yang bisa memuat pipa sebesar ukuran 2 inch, setelah itu ikat dengan karet atau perekat lain.

Sehingga pada pipa ini memiliki bagian buka tutup, jadi pas kamu ingin membuang air, kamu tinggak mencabut, dan jangan lupa untuk memasang jaring dibagian pipa, agar ikan tidak ikut ketika kamu membuang air.

Sedangkan untuk kolam beton, kamu hanya perlu memasang pipa pembuangan pada bagian tengah kolam.

Cara Beternak Ikan Patin Secara Lengkap

Persiapan kolam sudah selesai, maka lanjut ketahap berikutnya, yaitu langkah untuk beternak ikan patin. Panen ikan patin itu dimulai umur 5 bulan, tergantung permintaan pasarn, atau ada juga permintaan ikan berumur 6 bulan dengan bobot 600-700 gram, nah untuk langkahnya ikuti beberapa cara berikut.

1. Mempersiapkan Kolam

Di artikel ini saya memberikan dua saran kolam yang bisa kamu gunakan, yaitu kolam terpal dan kolam beton, dan berikut adalah bagaimana persiapannya.

Persiapan Untuk Kolam Terpal

Tahap pertama untuk mempersiapkan menggunakan kolam terpal adalah, terpal yang akan digunakan haruslah bersih, jadi sebaiknya di cuci terlebih dahulu hingga bersih dari kotoran ataupun zat kimia.

Selanjutnya kita akan membuat konstruksi kolam, yaitu silahkan isi kolam terpal dengan air dengan tinggi sekitar 50 cm, tunggu hingga tiga hari, selanjutnya buang air tersebut, lanjut isi lagi kolam terpal anda dengan air, lalu masukkan pupuk kolam dengan kompos, agar warna air lebih menghijau.

Cara menakarnya sangat gampang, 1/4 kilo kompos untuk permeter persegi, selanjutnya masukkan ke karung, dan bolongi karung. Lanjut untuk EM4, kamu bisa menambahkannya ke ember terlebih dahulu, takarannya 2 tutup per meter kubik, lanjut sebarkan semuanya kedalam kolam secara merata.

Jika kolam sudah berwarna hijau, berarti kolam sudah siap digunakan untuk beternak ikan patin. Tujuan melakukan teknik diatas adalah, agar banyak mikroorganisme yang hidup, jadi untuk makanan alami dari ikan patin.

Persiapan Untuk Kolam Beton

Untuk persiapan kolam beton, jika kolam sudah dibangun dan sudah kering, masukkan air hingga mencapai ketinggan 50 cm, selanjutnya potong batang pisang menjadi beberapa bagian, setelah itu masukkan ke dalam kolam, biarkan selam seminggu.

Agar lebih efektif lagi, gosok semua bagian kolam menggunakan batang pisang, fungsinya untuk mensterilkan kolam beton dari berbagai macam zat berbahaya.

Sudah seminggu? Maka didalam kolam akan terdapat hewan kecil, nah kuras air tersebut lalu bersihkan semua bagian kolam menggunakan air bersih.

Jika sudah bersih, isi kolam dengan air, dan agar lebih subur, tambahkan air dengan pupuk kompos, agar banyak mikroorganisme yang hidup.

2. Persiapan Benih Ikan

Selanjutnya kita akan mempersiapkan benih ikan, disarankan untuk menyebarkan semua benih pada pagi, ataupun sore hari, hal ini terkait dengan suhu, karena kalau siang hari suhu terlalu panas, dan bisa membuat ikan menjadi stres.

Untuk benih ikan, lebih simpel membelinya secara langsung di toko ternak ikan, nah jika anda ingin menggunakan benih ikan sendiri, maka berikut langkah-langkahnya.

Agar kualitas benih tetap baik, maka anda harus memilih induk yang sehat dan berkualitas, selain itu perawatan pada induk juga sangat penting, agar ketika dipijah menghasilkan benih yang berkualitas.

Untuk merawat indukan, berikan pakan dengan protein tinggi, jangan lupa untuk beri rucah sebanyak dua kali dalam seminggu, itungannya 10% dari total bobot ikan.

Mempersiapkan Induk

Untuk mempersiapkan induk yang berkualitas ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, baik itu indukan jantan maupun betina, berikut kriterianya.

Kriteria ideal induk betina.
  • Umur indukan harus berumur 3 tahun dengan bobot antara 1.5 - 2 kg.
  • Perut harus terlihat membesar dengan posisi mengarah ke anus.
  • Perut ikan harus empuk dan halus.
  • Pada bagian kloaka harus berwarna merah dan membengkak.
  • Jika kloaka ditekan akan mengeluarkan telur.
Kriteria ideal induk jantan.
  • Induk jantan harus berumur 2 tahun dengan bobot sama seperti betina.
  • Kulit perut harus lembek dan tipis.
  • Jika di pencet ke bawah, perut harus mengeluarkan sperma berwarna putih.
  • Kelamin harus terlihat bengkak dan berwarna merah.

Gunakan Hormon Perangsang

Jika persiapan induk sudah siap, maka langkah selanjutnya adalah menggunakan hormon perangsang pada si betina, silahkan anda cari di toko alat pertanian terdekat.

Tahap Kawin Ikan Patin

Langkah selanjutnya adalah masuk ke tahap perkawinan ikan patin, lakukan metode kawin suntik, setelah itu sang betina akan mengeluarkan telurnya, dan selanjutnya akan dibuahi oleh patin jantan.

Penetasan Telur

Jika tahap kawin sudah selesai, maka lanjut ke tahap penetasan telur, nah untuk penetasan memakan waktu hingga 4 hari, selain itu anda juga harus rutin memeriksa kondisi air.

Perawatan Larva

Jika penetasan sudah berhasil maka akan muncul larva ikan patin, dan berikut adalah langkah bagaimana cara merawat larva dari ikan patin.
  • Pisahkan larva dengan indukan, setelah itu masukkan larva kedalam aquarium, untuk airnya bisa menggunakan air sumur, lalu lengkapi akuarium dengan aerator, untuk akuarium berukuran 80 x 45 cm, bisa memuat hingga 500 ekor larva, jadi tinggal disesuaikan.
  • Jangan lupa gunakan heater agar suhu dari air tetap stabil.
  • Jangan terlalu buru-buru memberi makan larva, kamu hanya boleh memberi makan larva setelah umurnya sudah 3 hari.
  • Untuk pakannya,  bisa dari emulsi kuning telur yang sudah direbus.
  • Jika larva sudah lumayan besar, maka berikan jentik nyamuk atau kutu air.

Perawatan Benih

Jika benih sudah lumayan besar, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan perawatan pada benih, pindahkan benih kedalam kolam yang lebih lebar, dengan dasar tanah. Sebisa mungkin berikan pupuk kompos agar ada mikroorganisme yang hidup.

Panen Benih

Jika ukuran benih sudah mencapai 10 hingga 20 cm, maka benih sudah siap dipanenkan dan siap dipindahkan ke kolam untuk pembesaran.

Diatas adalah cara bagaimana pembenihan dari ikan patin, namun jika anda sudah membeli benih ikan patin, maka silahkan lewati semua cara diatas.

3. Tahap - Tahap Pembesaran Ikan

Benih sudah siap, maka langkah selanjutnya adalah masuk ke tahap pembesaran ikan, disini kita harus memfokuskan untuk pembesaran ikan patin agar siap dikonsumsi, untuk ukurannya biasanya menyesuaikan permintaan pasar, kisaran antara 200 gram - 1 kilogram.

Selain itu berikut adalah tahapan bagaimana cara pembesaran dari ikan patin.

Pemberian Pakan

Jika benih sudah masuk semua kedalam kolam, jangan langsung memberikan pakan pada ikan, tunggu atau biarkan terlebih dahulu hingga 1-2 hari, hal ini bertujuan agar ikan bisa mendapatkan makanan terlebih dahulu dari hasil pupuk yang sudah ditebar.

Lalu langkah selanjutnya adalah berikan pakan sebanyak 3 kali dalam sehari, untuk takarannya adalah 30% dari berat tubuh ikan, cara menimbangnya, ambil salah satu ikan, setelah itu timbang dan tinggal sesuaikan, lakukan hal ini secara rutin 2 minggu kemudian, hingga masuk masa panen.

Selain itu jangan lupa untuk perhatikan kualitas pakan, pastikan pakan yang diberikan merupakan pakan berkualitas.

Mengatasi Hama dan Penyakit

Dalam dunia ternak atau budidaya, penyakit dan hama merupakan hal yang sangat biasa, tak terkecuali pada ikan.

Penyakit bisa muncul pada ikan, bisa dikarenakan sirkulasi dari air yang tidak bagus, jadi harus perhatikan sirkulasi dari air, namun kelebihan dari ikan ini adalah, jika ada penyakit pada salah satu ikan, maka yang lain tidak akan ikut tertular.

Panen

Ikan patin sudah siap dipanen jika bobotnya sudah mencapai antara 900 gram -1 kilogram, dan usahakan jangan lebih dari 1 kilo, karena ikan patin dengan bobot segitu lebih rakus dengan pakan.

Menghitung Keuntungan Ternak Patin

Dalam dunia peternakan, hitung-hitungan merupakan hal yang sangat penting, nah karena tujuan peternakan tujuannya untuk dijual maka harus memperhitungkan modal dan juga keuntungannya.
Harga Ikan Patin

Modal awal untuk ternak patin adalah kolam, jika kita menggunakan kolam terpal, maka kisaran biaya yang dikeluarkan adalah antara Rp. 250.000 - Rp. 300.000, dengan biaya tersebut sudah masuk terpal, kayu, paku, pipa, karet dan berbagai macam bahan lainnya.

Sedangkan jika anda menggunakan kolam beton, maka biaya yang dikeluarkan lebih mahal, estimasi biaya yang diperlukan sekitar Rp. 2.000.000 - Rp. 2.500.000 , biaya yang dikeluarkan tersebut digunakan untuk membeli, pasir, semen, besi, pipa, dll.

Untuk bibit atau benih, jika anda membeli benih dengan ukuran 3 inch, biasanya harga per ekor nya Rp. 500, jika jumlah bibit 2.500 ekor maka biaya nya akan habis Rp. 1.250.000.

Untuk pakannya sendiri, di bulan pertama, anda akan membutuhkan 10 kilogram pakan, jika harga perkilo nya Rp. 12.000 maka anda harus mengeluarkan Rp. 120.000 untuk pakan.

Namun jika ikan sudah berukuran sedang, maka pakan yang diperlukan meningkat menjadi 30kg, biasanya memiliki jenis pakan yang berbeda, dengan harga Rp. 11.000 per kilogramnya, nah jadi untuk biaya total nya Rp. 330.000 untuk bulan kedua.

Lanjut bulan ketiga membutuhkan pakan sekitar 60 kilogram, disini anda bisa menggunakan pelet dimana harganya hanya Rp. 6.000 jadi jika diakumulasikan, maka dibulan ketiga membutuhkan dana sekitar Rp. 360.000.

Jadi jika ditotal, untuk masalah pembibitan hingga pakan dalam waktu 5 bulan, maka membutuhkan dana sebesar Rp. 2.780.000, jika ada perawatan seperti obat dan lain-lain, maka bisa tambahkan dananya sebesar Rp. 1.000.000.

Lanjut kita akan menghitung keuntungan, ikan akan mencapai ukuran 300 gram dalam usia 5 bulan, jadi hitung-hitungannya, jika bibit yang digunakan sebanyak 2.500 ekor, dikalikan 300 gram, maka akan mendapatkan hasil panen seberat 750 kg.

Hal tersebut merupakan berat kotor, karena bisa saja ada ikan yang mati, jadi kita asumsikan disini mendapatkan hasil panen sebesar 700 kg. Nah jika harga pasar 1 kilogram ikan patin dihargai Rp. 13.000 maka kita akan mendapatkan Rp. 9.100.000.

Maka total keuntungan yang didapatkan sebesar Rp. 6.320.000 jadi jika ingin mendapatkan hasil yang lumayan, maka harus memiliki jumlah kolam yang lumayan banyak, misalkan anda memiliki 10 kolam, maka dalam waktu 5 bulan bisa menghasilkan Rp. 63.200.000.

Nah itulah panduan lengkap bagaimana cara budidaya ikan patin, mulai dari pembangungan kolam hingga penghitungan untung rugi, semoga bermanfaat ya.


Artikel Terkait


Silahkan berkomentar dikolom bawah ini, dan pastikan berkomentar dengan bahasa yang SOPAN supaya akan kami balas pertanyaan Anda dengan cepat. Klik Disini Untuk Buka EmoticonTutup Lagi